Fenomena Sosial Eksekutif Muda

Tags

, , ,

Para pekerja kantoran pada umumnya memiliki jadwal yang sangat padat, dimulai dari berangkat menuju kantor hingga kembali ke rumah, sebagian besar kegiatan ini berulang setiap harinya. Namun sebagian besar eksekutif muda memiliki cara pandang yang lain, eksekutif muda yang dimaksud disini adalah para pegawai kantoran yang berumur antara 25-30 tahun. Dibanding sebagian besar pekerja kantoran tersebut, para eksekutif muda memiliki cara pandang pada sebagian harinya bekerja keras dan pada malam harinya digunakan untuk bersosialisasi maupun bersenang-senang dengan rekan kerja ataupun teman-teman komunitasnya.

Hal ini terjadi dikalangan eksekutif muda karena banyak faktor yang mendukung, seperti semakin bermunculan tempat untuk hangout untuk segment tersebut sehingga alasan untuk bersosialisasi dan berkumpul setelah jam kerja semakin kuat. Selain itu setelah menghabiskan sebagian harinya dengan bekerja, para eksekutif muda ini biasanya merasa lelah dan perlu tempat atau teman untuk sekedar berbagi cerita sehingga bersosialisasi merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Hal yang paling penting adalah para eksekutif muda tersebut dapat diterima di dalam pergaulan sosialnya sehingga mereka dipandang mampu untuk bergaul dan menguatkan status sosialnya di dalam sebuah pergaulan tersebut. Hal utama yang paling mendukung adanya sosialisasi antara sesama eksekutif muda di Jakarta adalah karena tingkat kemacetan yang begitu tinggi sehingga banyak orang yang merasa malas untuk menghabiskan waktunya dijalanan dan lebih menggunakan waktunya untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktunya dengan rekan kerjanya maupun teman-temannya. Sebagian besar waktu yang digunakan diluar jam kantor tersebut akan dihabiskan bersama dengan komunitas maupun teman-temannya, sehingga para eksekutif muda tersebut dapat memiliki rasa bangga dan dapat diterima oleh yang lain.

Marketer yang melihat fenomena ini dapat mencari celah yang ada, karena jika dilihat para eksekutif muda ini dilihat sebagai orang yang memiliki tingkat konsumtif yang cukup tinggi dan seringkali lebih mementingkan pride atau kebanggan di mata lingkungan sosialnya sehingga pola pikir ini menjadikan sebagian besar dari segment ini menjadi lebih konsumtif hanya untuk mendapatkan pengakuan dan diterima oleh lingkungan sosialnya. Marketer dapat memanfaatkan fenomena terhadap segment eksekutif muda ini dengan mengakomodir tempat untuk bersosialisasi bagi sebuah komunitas seperti kedai kopi, bar, café, rumah makan ataupun gym. Semua faktor yang mendukung sosialisasi serta melakukan pertemuan ini dapat dilakukan pada tempat-tempat tersebut sehingga marketer bisa menambahkan promo atau event pada tempat tersebut misalkan memberikan event ladies night pada sebuah bar, kemudian mengundang pembicara atau mengadakan live music pada tempat tersebut sehingga para eksekutif muda dapat merasa nyaman ketika sedang bersosialisasi dengan rekan kerjanya. Implikasi strategi marketing terhadap fenomena ini adalah para marketer harus mampu mengakomodir tempat bersosialisasi ini seperti membuat event yang biasa diadakan pada malam hari atau setelah jam kesibukan kantor berakhir. Untuk mengadakan event yang mampu mengakomodir kegiatan bersosialisasi sebaiknya para marketer juga harus ingat bahwa pada dasarnya setiap individu tidak dapat menghindar dari kehidupan bersosialisasi. Namun marketer perlu memahami setiap karakteristik dari masing-masing segment agar implikasi dari strategi marketing sesuai dengan segment pasarnya.