Hampir setiap manusia tidak pernah puas akan semua hal yang sudah dimilikinya. Mengapa?

Karena sifat dasar manusia yang selalu menginginkan lebih, tapi apakah hal tersebut baik untuk kita? Untuk beberapa kasus mungkin hal tersebut diperlukan, tapi untuk kehidupan sosial hal tersebut adalah salah satu hal yang perlu dijauhkan.

Ketika seseorang sudah memiliki hal yang sudah diinginkannya, belum tentu ia puas terhadap hal tersebut. Pasti selalu ada hal yang membuat kurang dan menginginkan lebih dari hal yang sudah kita capai tersebut.

Ini semua kembali pada pemikiran kita, belum tentu yang kita inginkan itu lebih baik dari yang sudah kita miliki saat ini. Jalani semua tanpa memikirkan keinginan untuk memiliki yang lebih baik.

Teman saya ( Joshua ) pernah mengatakan pendapatnya ketika berdebat dengan saya, dia hanya cukup mengatakan hal yang paling penting dan cukup berkena. Dia berkata ” If you can’t have it, then it’s not worth it.”

Kata-kata tersebut memang perlu dicamkan, kita tidak perlu menjatuhkan orang lain atau memaksakan sesuatu untuk menjadi milik kita. Karena memang semua itu terlihat indah pada saat belum dimiliki, namun pada saat dimiliki tak lagi terlihat menarik.

Saya mempunyai sedikit perumpamaan untuk direnungkan:

Yang tinggal di gunung merindukan pantai. Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Ketika musim kemarau merindukan musim hujan. Ketika musim hujan merindukan musim kemarau.

Ketika diam di rumah merindukan bepergian. Setelah bepergian merindukan rumah.

Waktu tenang, mencari keramaian. Waktu ramai mencari ketenangan.

Setelah berkeluarga, belum memiliki anak mengeluh. Setelah memiliki anak mengeluh bea hidup dan pendidikan.

Kita tidak akan pernah bahagia, sebab segala sesuatu akan tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tak lagi menarik.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan jika kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah kita miliki.

Selalu jadikan diri kita sebagai pribadi yang terus bersyukur dan berterima kasih atas semua yang sudah kita miliki saat ini. Bagaimana mungkin selembar daun kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Begitu pula jika hati kita ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan dimana-mana. Bumi inipun akan terlihat buruk. Jangan menutup mata kita walau hanya dengan daun yang kecil. Jangan menutupi hati kita walau hanya dengan sebuah pikiran buruk. Bila hati kita tertutup, maka tertutuplah semua.

Selalu bersyukur atas semua yang sudah kita miliki. Karena hidup adalah “waktu yang dipinjamkan” dan harta adalah “anugerah yang dipercayakan”.

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas keluarga dan rumah tangga yang kita miliki.

Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki.

Masih banyak orang yang tidak seberuntung kita.

 
Ternyata manusia tidak ada hebatnya:

Jangan bangga dengan kecantikan atau ketampanan, karena pada akhirnya akan menjadi tulang.                                                                             Jangan bangga dengan pakaian berdasi, karena pakaian terakhir adalah kain kafan.                                                                                         Jangan bangga dengan mobil atau motor, karena kendaraan terakhir kita adalah mobil jenazah.                                                                                 Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur terakhir adalah tanah.                                                                                   Jangan bangga dengan rumah yang mewah, karena rumah terakhir adalah liang kubur.                                                                                             Jangan bangga dengan title, karena title kita yang terakhir adalah almarhum.
Think about it. Your life, your call…

Cheers.

Advertisements