Tags

, , ,

Marketing merupakan salah satu strategi bisnis yang mengacu pada sebuah proses  penciptaan, penawaran dan perubahan. Pada awalnya kegiatan marketing ini merupakan kegiatan yang dapat memunculkan ide dan kreativitas dalam melakukan pendekatan, inovasi maupun perubahan dalam banyak hal.

Namun seiring berjalannya waktu, marketing mengalami disorientasi dan lebih mengacu pada pencapaian keuntungan secara instant, maka terkadang kegiatan marketing ini mulai berubah menjadi fenomena yang penuh dengan penyimpangan baik secara moral maupun secara etika.

Dunia perbankan di Indonesia sudah mulai melakukan kegiatan pemasaran secara syariah. Syariah termasuk dalam salah satu strategi marketing yang dibutuhkan oleh dunia perbankan Indonesia. Bisnis perbankan termasuk dalam bisnis yang memiliki tingkat kompetisi yang tinggi karena produk dan supplynya, maka sangat diperlukan strategi marketing yang efektif untuk memenangkan persaingan dimana syariah termasuk dalam salah satu strategi dunia perbankan di Indonesia.

Akibat dari perkembangan bisnis pada sektor perbankan yang semakin besar, banyak lembaga bank maupun non-bank berlomba-lomba menawarkan hadiah kepada nasabahnya dalam bentuk undian. Namun persaingan semakin berat terutama pada usaha mikro dan kecil menengah ditambah dengan adanya lembaga keuangan non-bank.

Strategi pemasaran yang efektif untuk memenangkan persaingan dalam dunia perbankan saat ini salah satunya adalah dengan mengedepankan nilai-nilai perusahaan maupun kesyariahan untuk dijadikan bisnis utama. Marketing pada saat ini terjadi perang bukan di pasar,namun di benak para konsumen yang intinya merebut hati konsumen. Maka strategi marketing yang efektif adalah dengan menciptakan persepsi positif dimata konsumen, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menciptakan nilai emosional sehingga konsumen dapat memiliki rasa kepemilikan dan bersedia untuk membayar hal tersebut.

Bank yang berbasis syariah melandaskan dasar bisnisnya pada kepercayaan terhadap nasabahnya, dimana nasabah tersebut akan menjadi tolok ukur dari kemajuan suatu bank tersebut. Permasalahan yang ada di Indonesia saat ini adalah hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan sistem perbankan konvensional, meskipun mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam namun faktor tersebut tidak menjadikan suatu faktor kunci bagi bank syariah untuk berkembang.

Mayoritas masyarakat muslim di Indonesia masih belum bisa memahami secara penuh tentang operasionalisasi bank syariah sebagai bagian dari konsep Islam di dunia perekonomian. Ditambah lagi belum ada kesinambungan dan koherensi mengenai sistem “bunga” sebagai sesuatu yang dilarang dikalangan pemimpin, ulama dan juga masyarakat. Maka untuk pengembangan syariah di dunia perbankan nasional, perbankan syariah perlu mendekatkan diri kepada masyarakat secara ekonomi yang konvensional namun tetap didukung dengan nilai-nilai kesyariahan yang berlaku.

Jika dilihat secara branding, perbankan syariah sudah cukup kuat di Indonesia namun jika ditelusuri lebih jauh. Branding pada perbankan syariah hanya sebatas kemasannya saja tetapi pendekatan operasionalnya lebih merujuk kepada perbankan konvensional. Hal ini masih merupakan pekerjaan rumah bagi perbankan syariah di Indonesia. Pemasaran bank syariah yang ada saat ini masih belum bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan terutama umat Islam sebagai mayoritas pelanggan potensialnya. Hal ini terjadi karena adanya pendekatan pengembangan produk bank syariah yang dilakukan hanya untuk mensyariahkan produk konvensional.

Bank syariah seharusnya tetap mengembangkan produk original mereka sesuai dengan ketentuan syariah yang baik, bukan mengadopsi produk konvensional. Karena jika mereka tidak mengembangkan produk original mereka dengan ketentuan syariah yang baik, perbankan syariah akan menjadi bias jika dihadapkan dengan bank konvensional. Sehingga nilai jual yang ditawarkan perbankan syariah akan terlihat tidak mumpuni dibandingkan bank konvensional. Sebaiknya perbankan syariah perlu mengadopsi eksperiental marketing dalam menawarkan produknya, karena melalui eksperiental marketing akan membentuk kepuasan dan loyalitas bagi nasabah.

Eksperiental marketing yang perlu dilakukan adalah penekanan pelayanan kepada nasabah melalui pendekatan secara emosional, intimacy dan sense. Hal inipun akan menjadi pengalaman baru bagi nasabah terhadap bank syariah dan nasabah tersebut dapat dijadikan media promosi yang efektif bagi terciptanya nasabah baru.

Advertisements